Salah satu
alasan kenapa saya menyukai twitter, karena
twitter dapat menyediakan tempat bagi
tipe orang yang seperti saya yang
suka mengungkapkan sesuatu hanya dengan
kalimat yang pendek dan singkat untuk bisa mengutarakan ide atau pikiran yang ada di kepala saya untuk di
utarakan.
Seperti yang pernah dikatakan
oleh Pak Hendri yang merupakan salah satu dosen mata kuliah saya yang untuk
saat ini kebagian mengajarkan Etika Humas untuk kelas saya sekarang, kenapa
orang senang sekali dengan media sosial
hingga bahakan ada yang sampai kecanduan hingga dalam satu hari saja samapai berkali
kali dia harus mengecek media sosial yang dimilikinya untuk hanya sekedar
melihat status orang lain atau meng-update statusnya sendiri. Dosen saya itu berkata, “ itu karena orang itu
emang pengen ngeksis. Setiap individu
itu memilki keinginan untuk di puji dan “dilihat” oleh orang lain dalam
dirinya.” Dia berkata karena hal itulah orang –orang senang dengan keberadaan sosial media
yang sebenarnya kata beliau adalah tempat curhat. Orang senang sebenarnya mgutarakan pikirannya atau idena, dan pikiran
atau idenya tesebt direspon, dilihat atau ditanggapi atau diberi komentar oleh
orang lain. Apalagi kalau sampai dipuji dengan diberi “like this” untuk di
Facebook atau di “retwitt” kalau di Twitter.
Pada salah
satu mata kuliah saya yang mengajarkan tetang bagaimana komunikasi dalam sosial
media dosen yang mengajarkan saya juga berkata bahwa memang sosial media itu
sebenarnya adalah tempat untuk mengutarakan pikiran atau ide, atau bisa
dibilang sebgai tempat untuk curhat. Bila dilihat feature yang ada dalam sosial
media tersebut, yang diberikan adalah bisa untuk meng-update foto, video, meng-ad
atau mem- follow sesama pengguna
sosal media tersebut. Makanya nama salah
satu sosial media itu ada yang bernama Facebook, dimana kita memang bisa
menempatkan foto-foto kita di tempat itu. Segmen What’s in your mind merupakan
tempat untuk mengutarakan “pikiran” yang ada pada saat itu. Jadi bila kita
sedang memikirkan sesuatu, kita bisa langsung mengutarakannya dengan
mengetiknya kedalam wall dari account kita tersebut. Yah.. memang bisa
dibilang mirip dengan curhat juga akhirnya. Tetapi sekarang ini kegunaan sosial
media juga bisa sangat berguna untuk sesuatu yang lain bila dimanfaatkan dengan
baik. Yaitu sebagai penyebaran atau sumber informasi. Itulah yang sangat
saya manfaatkan dalam menggunakan sosial
media seperti twitter. Saya lebih banyak mengguakan twitter untuk melihat
informasi atau mencari informasi dibandingkan saya gunakan untuk mengupdate
status atau men-twit sesuatu sebagai curhatan. Bagi perusahaan hal ini dapat
digunakan sebagai suatu cara yang efektif untuk memberikan informasi yang
berhubungan dengan perusahaan atau kegiatan yang dilakukan perusahaan. Sosial media dapat memudahkan perusahaan
dalam memberikan informasi kepada khlayak. Karena penggunaannya yang tidak
rumit, cepat, dan luas bisa menjangkau banyak orang. Contohnya seperti akun
bank BNI46 di twitter yaitu @BNI46. Bagi media massa yang berupa online dapat
memanfaatkan sosial media untuk penyebaran berita mereka yang lebih bisa cepat
tersebar dan langsung menuju kepada khalayak yang melihat ke dalam sosial media
dimana mereka memposting link website berita mereka ke dalamnya, salah satu
contohnya seperti portal berita detik.com, kompas.com, republika.com.
Dari
tribunnews.com Indonesia menurut hasil riset yang dikatakan oleh Ketua Yayasan
Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, Indonesia berada di tingkat ke-4
sebagai negara pengguna internet terbanyak di Asia. Dan dari data terahir
sekitar tahun 2011 Indonesia tercatat pada peringkat ke-11 sebagai pengguna
internet terbanyak di dunia setelah Nigeria. Dengan jumlah sekitar 55 juta pada
tahun 2012. Diperingkat pertama ada Cina dengan 513 juta, diikuti India dengan
121 juta pengguna, dan Jepang sebanyak 101 juta. Menurut informasi dari Tempo.com
pada Februari 2012, berdasarkan penelitian Semiocast, lembaga riset media
sosial yang berpusat di Paris, Prancis, ternyata jumlah pemilik akun Twitter di
negara ini merupakan yang terbesar kelima di dunia dengan jumlah akun 19,5
juta, setelah Inggris Raya yang berhasil berada di posisi keempat dengan 23,8
juta akun. Di posisi ketiga ada Jepang dengan 29,9 juta,lalu posisi kedua
Brasil dengan 33,3 juta, dan posisi satu ditempati Amerika Serikat dengan 107,7
juta. Untuk facebook Indonesia berada di peringkat empat pengguna Facebook
terbesar di dunia, sebanyak 42,4 juta. Ini membuat Indonesia menjadi pengguna
sosial media tetrtinggi ke- 2 di dunia. Di Indonesia bisa terjadi sebanyak itu,
bila dikaitkan dengan pernyataan dosen saya sebelumnya diatas mungkin memang
banyak orang di Indonesia yang ingin “eksis”, atau sosial media tersebut juga
banyak dimanfaat untuk keperluan yang lain seperti untuk menyebarkan informasi.
Sosial media memang memberikan banyak “pintu” untuk menyebar-luaskan informasi.
Sosial Media
atau suka disebut SNS-Social Networking
System ( sistem jejaring sosial), memang berbeda dari jenis media yang lain
seperti media massa yang memiliki media cetak dan elektronik. Media ini memanfaatkan jaringan
internet yang jangkauanya hingga seluruh dunia karena menggunakan signal dari
satelit. Penyebarannya bisa lebih cepat dan cepat juga mudah dalam penggunaanya, sehingga
membuatnya lebih efektif dan efisien. Sanagt berguna sebenarnya, apalagi bila
digunakan untuk penyebaran informasi atau kampanye. Media ini disebut dengan
new media atau media baru dalam bidang ilmu komunikasi. Media ini tidak
dimasukan ke dalam media massa. Media massa sendiri juga dibagi menjadi media
massa kontemporer dan konvensional. Tetapi untuk sosial media tidak dimasukkan
kedalam kategori tersebut. Media sosial memiliki jenisnya sendiri yaitu media
baru, dikarenakan cirri-cirinya. Pada sosial media feedback yang diberikan dari
komunikan bisa diterima oleh komunikator dalam waktu yang cepat tanpa perlu ada
jenjang waktu yang lama. Sehingga membuat media ini bisa membuat
komunikatornya juga bisa menjadi
komunikan sekaligus disaat yang bersamaan. Khalayak bisa mengontrol pesan dan
proses komunikasinya. Pesan yang ingin disampaikan atau ditulis oleh
komunikatornya di dalam sosial media tidak ada yang mengatur, terserah
komunikatornya mau menulis semaunya dia. Di dalamnya bisa terjadi komunkasi
antar personal dan komunikasi massa sekaligus sehingga batas antara kedua
komunikasi tersebut bisa menipis. Sosial media bisa menjadi seperti media massa
tetapi lebih personal.
Sedangkan
pada media massa masih ada gatekeeper atau filter bagi komunikator saat dia
ingin menulis pesannya. Tidak bisa sebebas dan semaunya kita. Khalayak pun juga
tidak memiliki kontrol terhadap pemilihan berita yang ingin dia baca. Dan
meskipun komunikasi yang terjadi bisa berupa dua arah dengan adanya feedback,
tetapi feedback yang diterima terdapat delay.
Dengan media massa kita tidak bisa memberikan balasan seperti sedang chating
atau mengobrol, seperti saat menggunakan sosial media. Pada media massa, sumber
pesan atau yang mengokah informasinya merupakan suatu lembaga atau suatu institusi.
Sosial media bisa lebih cepat dalam
penyebarannya dibandingkan dengan media massa dan juga bisa sangat luas hingga
jangkauan dunia atau worldwide,
tetapi itupun juga bagi yang bisa menggunakan internet. Bila sudah menggunakan
internet, itu pun harus orang yang bisa menggunakan atau mempunyai akun di
sosial media tersebut hingga mereka mem-”follow” kita agar bisa mengetahui
pesan apa yang kita sebarkan melalui sosial media milik kita. Seperti yang
pernah dikatakan dalam salah satu tulisan yang ada di Kompasiana,com yang
berjudul Sosial Media Membunuh Blog, “ blog
juga bukan untuk semua orang ”, begitu pun juga menurut saya, sosial media juga
bukanlah untuk semua orang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar