Minggu, 02 Desember 2012

Komunikasi Massa vs Sosial Media


Salah satu alasan kenapa saya menyukai twitter, karena  twitter dapat menyediakan tempat bagi  tipe  orang yang seperti saya yang suka  mengungkapkan sesuatu hanya dengan kalimat yang pendek dan singkat untuk bisa mengutarakan ide  atau pikiran yang ada di kepala saya untuk di utarakan.
 Seperti yang pernah dikatakan oleh Pak Hendri yang merupakan salah satu dosen mata kuliah saya yang untuk saat ini kebagian mengajarkan Etika Humas untuk kelas saya sekarang, kenapa orang senang  sekali dengan media sosial hingga bahakan ada yang sampai kecanduan hingga dalam satu hari saja samapai berkali kali dia harus mengecek media sosial yang dimilikinya untuk hanya sekedar melihat status orang lain atau meng-update statusnya sendiri.  Dosen saya itu berkata, “ itu karena orang itu emang pengen ngeksis. Setiap individu itu memilki keinginan untuk di puji dan “dilihat” oleh orang lain dalam dirinya.” Dia berkata karena hal itulah orang –orang  senang dengan keberadaan sosial media yang  sebenarnya kata beliau  adalah tempat curhat.  Orang senang sebenarnya  mgutarakan pikirannya atau idena, dan pikiran atau idenya tesebt direspon, dilihat atau ditanggapi atau diberi komentar oleh orang lain. Apalagi kalau sampai dipuji dengan diberi “like this” untuk di Facebook atau di “retwitt” kalau di Twitter.
Pada salah satu mata kuliah saya yang mengajarkan tetang bagaimana komunikasi dalam sosial media dosen yang mengajarkan saya juga berkata bahwa memang sosial media itu sebenarnya adalah tempat untuk mengutarakan pikiran atau ide, atau bisa dibilang sebgai tempat untuk curhat. Bila dilihat feature yang ada dalam sosial media tersebut, yang diberikan adalah bisa untuk meng-update foto, video, meng-ad atau mem- follow sesama pengguna sosal media tersebut.  Makanya nama salah satu sosial media itu ada yang bernama Facebook, dimana kita memang bisa menempatkan foto-foto kita di tempat itu. Segmen What’s in your mind merupakan tempat untuk mengutarakan “pikiran” yang ada pada saat itu. Jadi bila kita sedang memikirkan sesuatu, kita bisa langsung mengutarakannya dengan mengetiknya kedalam wall dari account kita tersebut. Yah.. memang bisa dibilang mirip dengan curhat juga akhirnya. Tetapi sekarang ini kegunaan sosial media juga bisa sangat berguna untuk sesuatu yang lain bila dimanfaatkan dengan baik. Yaitu sebagai penyebaran atau sumber informasi. Itulah yang sangat saya  manfaatkan dalam menggunakan sosial media seperti twitter. Saya lebih banyak mengguakan twitter untuk melihat informasi atau mencari informasi dibandingkan saya gunakan untuk mengupdate status atau men-twit sesuatu sebagai curhatan. Bagi perusahaan hal ini dapat digunakan sebagai suatu cara yang efektif untuk memberikan informasi yang berhubungan dengan perusahaan atau kegiatan yang dilakukan perusahaan.  Sosial media dapat memudahkan perusahaan dalam memberikan informasi kepada khlayak. Karena penggunaannya yang tidak rumit, cepat, dan luas bisa menjangkau banyak orang. Contohnya seperti akun bank BNI46 di twitter yaitu @BNI46. Bagi media massa yang berupa online dapat memanfaatkan sosial media untuk penyebaran berita mereka yang lebih bisa cepat tersebar dan langsung menuju kepada khalayak yang melihat ke dalam sosial media dimana mereka memposting link website berita mereka ke dalamnya, salah satu contohnya seperti portal berita detik.com, kompas.com, republika.com.
Dari tribunnews.com Indonesia menurut hasil riset yang dikatakan oleh Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Sudaryatmo, Indonesia berada di tingkat ke-4 sebagai negara pengguna internet terbanyak di Asia. Dan dari data terahir sekitar tahun 2011 Indonesia tercatat pada peringkat ke-11 sebagai pengguna internet terbanyak di dunia setelah Nigeria. Dengan jumlah sekitar 55 juta pada tahun 2012. Diperingkat pertama ada Cina dengan 513 juta, diikuti India dengan 121 juta pengguna, dan Jepang sebanyak 101 juta. Menurut informasi dari Tempo.com pada Februari 2012, berdasarkan penelitian Semiocast, lembaga riset media sosial yang berpusat di Paris, Prancis, ternyata jumlah pemilik akun Twitter di negara ini merupakan yang terbesar kelima di dunia dengan jumlah akun 19,5 juta, setelah Inggris Raya yang berhasil berada di posisi keempat dengan 23,8 juta akun. Di posisi ketiga ada Jepang dengan 29,9 juta,lalu posisi kedua Brasil dengan 33,3 juta, dan posisi satu ditempati Amerika Serikat dengan 107,7 juta. Untuk facebook Indonesia berada di peringkat empat pengguna Facebook terbesar di dunia, sebanyak 42,4 juta. Ini membuat Indonesia menjadi pengguna sosial media tetrtinggi ke- 2 di dunia. Di Indonesia bisa terjadi sebanyak itu, bila dikaitkan dengan pernyataan dosen saya sebelumnya diatas mungkin memang banyak orang di Indonesia yang ingin “eksis”, atau sosial media tersebut juga banyak dimanfaat untuk keperluan yang lain seperti untuk menyebarkan informasi. Sosial media memang memberikan banyak “pintu” untuk menyebar-luaskan informasi.
Sosial Media atau suka disebut SNS-Social Networking System ( sistem jejaring sosial), memang berbeda dari jenis media yang lain seperti media massa yang memiliki media cetak dan  elektronik. Media ini memanfaatkan jaringan internet yang jangkauanya hingga seluruh dunia karena menggunakan signal dari satelit. Penyebarannya bisa lebih cepat dan cepat  juga mudah dalam penggunaanya, sehingga membuatnya lebih efektif dan efisien. Sanagt berguna sebenarnya, apalagi bila digunakan untuk penyebaran informasi atau kampanye. Media ini disebut dengan new media atau media baru dalam bidang ilmu komunikasi. Media ini tidak dimasukan ke dalam media massa. Media massa sendiri juga dibagi menjadi media massa kontemporer dan konvensional. Tetapi untuk sosial media tidak dimasukkan kedalam kategori tersebut. Media sosial memiliki jenisnya sendiri yaitu media baru, dikarenakan cirri-cirinya. Pada sosial media feedback yang diberikan dari komunikan bisa diterima oleh komunikator dalam waktu yang cepat tanpa perlu ada jenjang waktu yang lama. Sehingga membuat media ini bisa membuat komunikatornya  juga bisa menjadi komunikan sekaligus disaat yang bersamaan. Khalayak bisa mengontrol pesan dan proses komunikasinya. Pesan yang ingin disampaikan atau ditulis oleh komunikatornya di dalam sosial media tidak ada yang mengatur, terserah komunikatornya mau menulis semaunya dia. Di dalamnya bisa terjadi komunkasi antar personal dan komunikasi massa sekaligus sehingga batas antara kedua komunikasi tersebut bisa menipis. Sosial media bisa menjadi seperti media massa tetapi lebih personal.
Sedangkan pada media massa masih ada gatekeeper atau filter bagi komunikator saat dia ingin menulis pesannya. Tidak bisa sebebas dan semaunya kita. Khalayak pun juga tidak memiliki kontrol terhadap pemilihan berita yang ingin dia baca. Dan meskipun komunikasi yang terjadi bisa berupa dua arah dengan adanya feedback, tetapi feedback yang diterima terdapat delay. Dengan media massa kita tidak bisa memberikan balasan seperti sedang chating atau mengobrol, seperti saat menggunakan sosial media. Pada media massa, sumber pesan atau yang mengokah informasinya merupakan suatu lembaga atau suatu institusi. Sosial media  bisa lebih cepat dalam penyebarannya dibandingkan dengan media massa dan juga bisa sangat luas hingga jangkauan dunia atau worldwide, tetapi itupun juga bagi yang bisa menggunakan internet. Bila sudah menggunakan internet, itu pun harus orang yang bisa menggunakan atau mempunyai akun di sosial media tersebut hingga mereka mem-”follow” kita agar bisa mengetahui pesan apa yang kita sebarkan melalui sosial media milik kita. Seperti yang pernah dikatakan dalam salah satu tulisan yang ada di Kompasiana,com yang berjudul Sosial Media Membunuh Blog, “ blog juga bukan untuk semua orang ”, begitu pun juga menurut saya, sosial media juga bukanlah untuk semua orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar