Selasa, 23 Oktober 2012

Iklim Organisasi Bank Indonesia

Bank Indonesia merupakan suatu lembaga pemerintahan seperti  BPUPKI. Pegawai yang bekerja di bank tersebut  tidak disebut dengan pegawai negeri sipil atau biasa disingkat dengan sebutan PNS. Mungkin bisa disebut dengan sebutan pegawai pemerintah. Hal tersebut saya dapatkan dari narasumber yang bekerja sebagai pegawai bank tersebut yang bernama Mutia Fennida, yang tidak lain adalah ibu saya.   Bank Indonesia sudah diketahui merupakan bank terbesar di Indonesia. Bank Indonesia mungkin terlihat hampir sama dengan bank lainnya. Tetapi sebenarnya Bank Indonesia berbeda dengan bank-bank yang lain biasanya.
    Pada awalnya saya mengira kita dapat menabung dan mendapatkan kartu atm dari bank Indonesia. Tapi ternyata bank Indonesia tidak memberikan fasilitas seperti bank kebanyakan sesuai dengan fungsi  yang biasanya. Bank Indonesia merupakan bank central atau bisa disebut bank dari segala bank yang ada Indonesia, pusatnya dari seluruh bank yang ada di seluruh Indonesia. Seluruh bank yang ada di Indonesia memberikan laporan ke pada bank ini. Karena itulah bank ini adalah sebuah organisasi atau koorporat yang berstruktur besar yang dinaungi oleh pemerintahan. Pegawai yang dimiliki tentulah sangat banyak, hampir mencapai ribuan.  Karena dinaungi oleh pemerintahan, sistem yang digunakan bersifat seperti lebih kepada penekanan struktur yang lebih diutamakan. Menurut pegawai yang bekerja disana, kekerabatan ada terdapat di dalam kantor tapi itu pun mungkin hanya terjadi di dalam satu ruangan, atau satu bagian. Tetapi karena terlau besar dan banyaknya pegawai yang bekerja di sana, sehingga tidak bisa mengenal atuapun mempunyai hubungan yang akrab  dengan antar para pegawai.
Suatu bagian saja seperti bagian logistik, terdapat di beberapa lantai. Meskipun kekarabtan itu ada tapi tetap saja bila dalam bekerja sistem “atasan” tetap terasa. Seperti dalam bagian logistik yang memiliki beberapa direktur pada bagian tersebut. Bila direktur tersebut datang, maka perilaku yang diberlakukan dari pegawai terhadap direktur atau atasan tersebut harus sopan dan tidak boleh sembarangan. Sistem yang erjadi memang tidak sesantai yang ada di  perusahaan swasta. Itu pun juga terlihat dari perilaku pegawainnya  sendiri yang bekerja di bank milik pemerintah seperti  Bank Indonesia. Contohnya bisa terlihat di departemen logistik tadi yang ada di bank tersebut. Terkadang bila ada acara besar seperti puasa di bulan Ramadhan akan diadakan acara buka puasa bersama setiap bagian atau per ruangan. Itu terlihat saat saya pernah datang ke kantor ibu saya dibagian logistic. Saya disuruh untuk sebaiknya tidak menggunakan pakaian yang terlalu santai seperti jins atau sandal. Memakai jins juga boleh asalkan memakai sepatu dan tidak memakai sandal seperti sandal jepit atau yang terlihat seperti sandal jepit.
Terdapat penghargaan yang di berikan kepada pegawai yang telah bekerja selama 20 tahun, 25 tahun, 30 tahun, hingga seterusnya sebanyak kelipatan lima, hingga pegawai tersebut pensiun, yaitu pada umur 60 tahun. Penghargaan yang diberikan adalah berupa piagam dan uang bonus sebanyak 2 kali lipat dari gaji terakhirnya. Bila untuk acara besar seperti acara tujuhbelasan, Ikatan Pegawai yang terdapat pada perusahaan tersebut membuat acara pecan olahraga atau lomba untuk para pegwai dan keluarga yang ingin ikut serta. Untuk acara ulang tahun perusahaan, acara yang diadakan seperti gathering seluruh pegawai seluruh perusaahaan itu beserta keluarga.
Selain itu terdapat juga aturan untuk pegawai yang tidak dapat masuk kerja karena alasan apapun, harus menyertakan alasan atau surta keterangan bila perlu. Seperti bila pegawai sakit harus menyertakan surat izin sakit. Atau tidak boleh adanya absent atau tanpa keterangan bila tidak masuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar