Rambut adalah mahkota yang sangat penting bagi
penampilan dan kesehatan. Lebih dari 85 % pria dan wanita menjadi kurang
percaya diri karena masalah rambut dan kulit kepala. Salah satu penyebabnya
adalah ketombe yang selalu menjadi masalah penting pada rambut. Ketombe banyak
terdapat pada penduduk yang beriklim tropis, suhu tinggi dan udara lembab.
Penyakit ini biasanya menyerang orang dengan kulit kepala berminyak. Gejala
umumnya adalah munculnya sisik-sisik putih pada kulit kepala, gatal, dan juga
adanya kerontokan rambut. Gejala kelainan yang muncul dapat bervariasi antar individu. Ketombe dapat
menjadi semakin parah dengan adanya mikroorganisme-mikroorganisme di rambut
dengan jumlah yang berlebihan.
Kini banyak tersedia produk-produk sampo di pasaran untuk membasmi ketombe. Produk-produk sampo anti ketombe yang digunakan biasanya mengandung asam salisilat, coal tar, zinc pyrithione, selenium sulfida, ketokonazol dan belerang. Walaupun beberapa ada yang digolongkan sebagai obat yang dijual bebas dan sebagian digolongkan sebagai kosmetik, produk-produk tersebut hanya dapat mengatasi gejala-gejala dari ketombe, tetapi tidak mengatasi penyebab ketombe.
Penggunaan bahan
alternatif lain sebagai antiketombe dalam sampo sudah banyak dilakukan.
Walaupun demikian, perlu juga dilakukan dengan mencari bahan alami yang memilki
potensi sebagai anti ketombe pada rambut dan bisa digunakan sebagai bahan untuk
diiadikan sampo yang tidak memiliki efek samping. Efektivitas ekstrak tanaman-tanaman seperti daun sirih, daun ubi,
dan seledri dilaporkan memiliki
aktivitas antiketombe yang hampir sama dengan bahan-bahan kimia penghambat
ketombe yang terdapat pada sampo.
Tetapi
ada juga yang bisa berasal dari hewan seperti lebah madu. Bahan
alami alternatif yang diduga berfungsi sebagai
antimikrob ketombe adalah propolis. Dugaan ini berdasar pada beberapa
penemuan, bahwa propolis bersifat antimikrob. Propolis merupakan salah
satu produk alami dari lebah madu yang memilki banyak
manfaat.
Lebah madu atau nama latinnya Apis indica merupakan salah satu serangga sosial yang
hidup berkelompok membentuk koloni. Salah satu koloni lebah ini berjumlah 300
samapai 800 ekor lebah. Apis indica banyak ditemukan hidup di
daerah tropis dan subtropis, bisa banyak
ditemukan
di Indonesia, karena memang merupakan
lebah asli Indonesia. Lebah madu jenis ini merupakan lebah pekerja yang bisa menghasilkan 5-10 kg madu dengan
jumlah lebah pekerjanya sebanyak 30.000. Lebah lokal ini temperamennya cukup
ganas. Lebah madu membuat
sarang di dalam lubang-lubang pohon, celah-celah dinding atau lubang bambu di
dalam rumah. Koloni
lebah lebih suka memilih ruangan dengan pintu masuk mengarah ke selatan, dengan
lubang kurang dari 60 cm dan terletak di dasar ruangan. Lubang- lubang kecil pada sarang tersebut akan ditutup dengan propolis .
Propolis
Propolis berasal dari
resin yang dikumpulkan lebah pekerja khusus yang tugasnya mencari resin dari
daun yang baru tumbuh dan bagian kulit batang pohon tertentu. Oleh lebah
pekerja di sarang resin tersebut dicampur sedikit dengan lilin lebah, madu dan
enzim sebelum akhirnya menjadi propolis. Propolis adalah sejenis resin yang
karena bentuknya lengket seperti lem disebut bee. Propolis juga digunakan
oleh lebah untuk mensterilkan sarang, menghentikan pertumbuhan dan penyebaran
bakeri, virus dan jamur.
Propolis merupakan
produk alami lebah yang menunjukan efek antimikrobial. Komposisi propolis
sangat bervariasi tergantung daerah tempat lebah pekerja mengambil resin dari
tanaman-tanaman sekitar tempat sarangnya. Propolis sangat kaya akan senyawa
terpena, asam benzoat, asam kafeat, asam
sinamat dan asam fenolat. Propolis juga mengandung flavonoid yang sangat tinggi
sehingga banyak peneliti memilih propolis sebagai senyawa flavonoid. Propolis bersifat
antiseptik, antibiotik, antifugal, anti-inflamantory, dan kemampuan
detoksifikasi. Propolis sebagai antimikrob dapat mengatasi kerontokan pada
rambut yang disebabkan oleh ketombe yang menyerang kulit kepala.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar