Pada dua pekan yang akan datang ,tanggal
23 Mei2012 , Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
akan mengumumkan rencana paket penghematan untuk bahan bakar bersubsidi
yang akan berlaku mulai 1 Juni 2012. Paket kebijkan ini bertujuan sebagai alternatif untuk permasalahan BBM di Indonesia. Seperti
diketahui pada awalnya rencana yang akan dilaksanakan adalah menaikan harga BBM pada tanggal 1 April 2012
yang lalu ,akan tetapi hal tersebut
ditunda karena kerusuhan yang terjadi untuk menuntut agar BBM tidak jadi dinaikan.
Pemerintah mengalami kesuliatan karena disi lain pemerintahan juga harus memikirkan tentang biaya anggaran negara. Bila pemerintahan terus saja memberikan subsidi, hal yang ditakutkan adalah tidak cukupnya anggaran biaya bagi negara untuk dipenuhi. Pemerintah tetap harus memikirkan rencana yang lain agar bisa mengatasi masalah tersebut. Hingga akhirnya Presiden akan mengumumkan rencana kebijakan pemerintah yang baru untuk BBM. Paket kebijakan yang diberikan adalah melakukan penghematan untuk subsidi BBM. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, juga sudah membenarkan hal tersebut. “ Menurut rencana akan diumumkan Bapak Presiden, kira-kira 23 Mei. Lalu mulai tanggal 1 Juni 2012 sudah akan mulai berlaku,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik, Rabu(9/5) di Istana Presiden.
Sebelumnya terjadi kerusuhan untuk
menentang kenaikan BBM ini. Banyak alsan yang sebenarnya masih sipang siur
dimasyarakat tentang alasan kenapa BBM harus dinaiakn harganya. Masyarakat sudah terlebih dahulu tidak
menyutujui dan akhirnya menghujat pemerintah tentang kenaikan BBM ini, karena
mereka merasa sangat diugukan. Kalau dilihat lagi secara lebih dalam,
sebenarnya untuk kenaikan BBM siapa yang dirugikan, lapisan masyarakat yang
mana yang akhirnya dirugikan? Sama saja dengan dihematnya BBM, lapisan
masyarakat mana yang dirugikan? Memang
masalah ini sangat rumit, karena dapat mempengaruhi semua lapisan dan pihak.
Tetapi kalau kita mau coba melihat dengan kepala yang jernih dan berusaha untuk
tidak terlebih dahulu berpikiran negatif, ada alasan yang bertujuan baik dari
pemerintah mengenai masalah BBM ini. Yang membuat pemerintah menajdi kesulitan
adalah kebijakan yang diberlakuakan oleh mereka haruslah benar-benar tepat
hingga akhrinya seluruh masyarakat Indonesia dapat mengerti dan mau
manjalaninya dengan baik.
Bila dilihat pada kerusuhan untuk menentang kenaikan BBM tanggal 1 April 2012 yang lalu, siapa yang
sebenarnya berhak untuk menutut atau protes? Kalau kita mau mengetahui alasan
sebenarnya kenapa BBM mengalami penghematan subsidi, setidaknya kita bisa
mengerti dan mengetahui siapa yang sebenranya yang paling berhak untuk menuntut
kenaikan atau penghematan BBM ini. APBN, inilah alasan yang diberikan oleh
pemerintah sebagai alasan mengapa
BBM harus dinaikan atau
diberlakuakn penghematan. Menurut pemerintah, mereka sepertinya tidak bisa lagi
terus memberikan subsidi BBM, sehingga mereka pada akhirnya harus menaikan
harga BBM, bila tidak akan terjadi ketimpangan dalam hal mengenai pemenuhan
biaya untuk APBN. Mungkin memang sepertinya untuk terjadinya kenaikan BBM
sungguh sulit untuk di terapkan ke masyarakat. Tetapi sekali lagi pemerintah
tetap harus mengatasi masalah ini, pemerintah juga tidak bisa membiarkan
keadaan seperti ini terus. Hingga akhirya sekarang muncul solusi baru yang
berupa paket kebijakan baru dari pemerintah yang berupaya untuk menghemat
subsidi BBM. Memang pada akhrinya ada yang dirugikan. Tetapi seharusnya yang
dirugikan pun haruslah yang benar-benar merasa dirugikan. Bagi kita yang merasa
sebenranya masih sanggup untuk membeli BBM walaupun harganya dinaikan atau
dihemat subsidinya, seharusnya kita idak perlu untuk protes. Jadi sepertinya
memang BBM akan tetap naik, ataupun subsidinya tetap berjalan tetapi dihemat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar